Kamis, 27 November 2014

Kesenangan tidak ditebus oleh uang

"Apa kabar?" tanyanya siang itu. Setelah melihat senyumku yang merekah walaupun aku tidak mengucapkan apapun. "Keliatannya baik dan lebih baik, setiap hari lebih baik."

Alhamdulillah.
Aku resain dari pekerjaanku sebelumnya di sebuah sekolah swasta. Bukannya aku nggak suka atau aku benci. Tapi lebih dari itu, karna aku sangat senang berada disana makanya aku resain. Aku ingin menunjukkan bahwa kesenanganku disana tidak bisa ditebus oleh uang berapapun. Aku datang karna aku senang.
Alhamdulillah.
Walaupun tidak berstatus sebagai pekerja disana lagi, aku tetap diterima dengan baik. Semua menyambutku, dan aku diperlakukan seperti tamu. Yokatta. Aku nggak akan pernah memutus tali silaturahmi. Teman-teman guru, pun murid-murid masih mengingatku. Anak-anak mengkhawatirkan kemunduranku yang tiba-tiba. Daijobu, watashi nee alfalah ga daisuki. Bagaimanapun aku suka alfalah karna telah mengajarkanku banyak hal.

Banyak yang komentar kalau aku tambah cantik *faktor ganti kacamata aja inisih* tambah senang, tambah gemuk. Alhamdulillah aku bahagia kok. Kedatanganku yang kesekian kali setelah aku resain.
Ahh, rencana ppm ku semua menjadi kabur. Mading akhir tahun. Bersenang-senang sama anak-anak. Aku percaya anak alfalah itu luar biasa. Murid alfalah itu lebih baik, ada kelebihan sendiri dibanding anak sekolah lain. Karna kita diajarkan untuk kritis, bijaksana, solid, kompak secara tidak langsung kan? Nanti kalau anak kelas 9 dan 12 sudah lulus, berterimakasihlah pada alfalah terutama guru-guru kalian.
Seperti aku yang sudah 'alumni' ini sangat berterimakasih sama ustadz Iwan. Aku diajarkan agar lebih dewasa, lebih bertanggung jawab dan bijaksana.
Minggu depan aku main lagi deh pas uas.

Senin, 17 November 2014

Bukankah aku sangat beruntung?

Kuliah tepat waktu selama empat tahun meskipun penuh intrik. Belum wisuda sudah dapet kerja di sebuah yayasan yang memiliki nama besar di Surabaya. Bisa belajar banyak hal dan mengenal banyak hal.
Disaat teman-teman lain ada yang nggak bisa kuliah. Disaat teman-teman lain ada yang belum lulus kuliah. Disaat teman-teman lain sibuk mencari kerja sana sini. Lihatlah aku sangat beruntung kan?

Aku beruntung bahkan ayahku bersedia membiayai jika aku melanjutkan studi S2. Walaupun aku lebih ingin mencari uang sendiri, demi apa coba? Sebetulnya demi kepuasan batinku sendiri.
Aku beruntung menjadi putri pertama dari ayah dan ibu, beruntung menjadi kakak bagi kedua adikku, beruntung memiliki keluarga bahagia.

Aku beruntung selain secara akademis aku nggak bodoh bodoh amat, juga karena memiliki skill lain (baca: merajut, crafting, menggambar, menulis) yang sangat bermanfaat. Hobi yang bisa mengucurkan pundi-pundi uang.

Aku beruntung dikelilingi teman-teman hebat.

Aku beruntung memiliki iman. Thank you Allaah.

Rabu, 12 November 2014

Apalah ga daisuki

I said work for fun. Awalnya nggak suka sama sekali tapi lama-lama aku enjoy dengan keseharian dan kebiasaan di apalah. Bahkan sebetulnya aku terimo2 ae pabila ditugasin di ppm selamanya, aku ikhlas2 ae pabila gak diberi status guru. Biasa aja yang penting happy.
Tapi aku muwangkel ketika kesenanganku di php. Suatu hal yg penting malah gak dijelasin di awal kemudian justru terkuak di akhir. Walaupun hal itu menyakitkan tapi sampaikanlah di awal jangan membuat orang lain merasa dibohongi.
Aku lhoooo padahal woles ae dan kalem dengan orang lain. Biarpun orang lain mendapatkan lebih daripada aku mungkin rizkyku bukan berbentuk materi. Lagian itukan rizky yg diprediksi, masih banyak kok rizky lain. I am totally fine with that. Dicintai banyak orang saja sudah sangat membahagiakan. Punya teman-teman baik di apalah itulah rizkyku.
Aku memandang hidup seperti game, ada misi yg harus diselesaikan, ada raja utama, dan ada nyawa tambahan jika melakukan kesalahan. Hahaa itulah gambaranku tentang apalah. Tapi aku nggak benci pada siapapun, aku hanya kesal dengan perbuatannya. Aku justru banyak berterimakasih karna membuatku makin dewasa.
Kepada anak2 pun aku nggak pernah benar2 marah, mereka cuma belum paham. I love all nine graders. Maafin ustadzah karna nggak bisa nemenin sampe kalian un. Dan akhirnya rencana mading ppm di akhir taun pun tanpa juntrungan.
Dari lubuk hati terdalam aku cinta apalah. Aku pengin jadi guru yg baik. Aku nggak akan maksa murid2 ku untuk bisa atau suka fisika tapi setidaknya dapetin nilai cukup untuk lulus. 'Cukup' tergantung versi masing2 ya.. ada yg menganggap 75 cukup yasudah, ada yg menganggap 100 cukup its great. Aku ingin mengajarkan untuk mendapatkan sesuatu sesuai target. Aku ingin mengajarkan cara berjuang mendapatkan yg kalian ingini. Aku ingin jadi guru seperti itu. Lagipula hidup di dunia nyata nggak melulu tentang juara kelas atau nilai bagus. Tapi tentang target dan cara mendapatkannya. Jadilah manusia yg bermanfaat, jangan merugikan orang lain. Ahh kangen bayi bayi

Senin, 27 Oktober 2014

My new life

Aku berusaha nggak menyesal meskipun masih kepikiran. Ada hal menyebalkan tapi terbungkus dengan hal menyenangkan. Aku sedih dan senang di waktu bersamaan. Jatuh cinta dan patah hati dalam satu waktu. Tapi seperti kataku aku harus move on dan sekarang inilah my new life.
Berat meninggalkan kebiasaan lama, sulit meninggalkan kesenangan dulu. Tapi aku gak nyesel kok. Aku malah bersyukur banget bisa dapet banyak hal terutama kenal dengan orang-orang luar biasa.
Hanya saja aku terlanjur envy pada satu orang dan belum berhenti hingga sekarang. Mendingan aku melepas semuanya.

My new life: drawing, crocheting, writing, reading, sewing, teaching <3 <3