Selasa, 21 Oktober 2014

Desktop hari itu dan hari itu



Kenapa tak simpen sih? Ini abis hardis rusak waktu itu deh.
Banyak misi yang harus dilakukan. Waktu itu kan pas tes TPA with Jengtes di its, hehehee telat dan ikut susulan. Sekretaris dan pemberkasan yang bolos :D tapi toh menjelang ashar aku kembali ke sekolah karna nggak enak sama ketua dan kalo nggak salah hari tes TPA itu juga aku pulang jam 9 malem sama neechan. Throw me back to that time please~ ben memperbaiki hasil TPA yang nggak maksimal T^T

Old friend came to you

And the old friend is me ^^
Seperti sudah diketahui bahwa mulai oktober 2014 ini, saya resmi off dari apalah. Free dan menyenangkan karna seperti melepaskan tali yang slama ini mengikatmu. Jadi kesibukanku apa saat ini? I am a pengangguran but aku pengangguran paling happy dan cukup sibuk.
Tapi aku seolah buronan yang kabur membawa uang LIMA EM. Dicariin orang dan dikejar dosa. Padahal FYI: I do not own anything.
Aku gak dikasih apapun dan sepeserpun dari apalah.
So finally jum'at kemarin aku berkunjung ke tempat itu lagi. Ahh perpus tercintah I miss you. Langsung disambut oleh Bu Surati, Bu Anniqo, Pak Loh, dan Pak Rendi plus disambat juga, Hahaaa~~
Lagi UTS saat itu dan sebetulnya aku diminta tolong jadi pemberkasan tapi karna aku mau resain jadi aku membatalkan ketersediaanku pada Surati sister. Aku seneng deh bantu-bantu kepanitian, kenapa yaa? Soalnya seperti punya tim dan harus kompak menyelesaikan sebuah misi penting bersama. Aku suka kerja tim. Inget dulu pas diminta tolong ustad Mukhtar bantuin UAS ganjil, trus se-tim sama ustad Rizky ngelembur banyak hal sampe mata sepet mantengin lepi :D, trus pemberkasan with Jeng Tes, Surati sister, dan Pak Loh di UKK yang diketuai oleh Bu Uki, serta tentu saja tim solid PPM bersama Papi Lis. #flashback
Karna guru-guru lain masih pada jaga ujian jadi ya aku nunggu di perpus. Setelah bel berbunyi satu dua guru mulai masuk dan subhanallah aku disambut luar biasa seperti teman lama. Ya mungkin mereka kangen sama hannachan :p yang ceroboh, anak kecil, geje ini.

Terutama kangen sama Beb Neechan yang tiap hari bbm-in sekilas info di apalah. Love them so much, sayangnya Jeng Tri dan Jeng Uki plus Jeng Arik ada pelatihan jadi nggak bisa ketemu. Eits iya aku bawain sepatu kroset pesenan Bu Ira, akhirnya Bu Ula dan Bu Yeti dan Pak Loh kalo jadi pesen juga. Alhamdulilah semua orang baik-baik saja.
Itupun akhirnya kita nggak pulang pulang gara-gara hadir di akad nikahnya Raffi-Gigi *read: tv di perpus* (It's me, Neechan, Jengtes, SuratiSist, UstFatimah) ada juga Pak Loh yang sibuk ngurus nilai di depan leptopnya, ustad Dwi dan ustad Dimas yang udah alumni juga tapi dua ustad ini cuma sliweran aja, ohya dan ada Pak Hadak.
Pas mau pulang eh sek sempet ae menggila bareng Jengtes naik apa yaaa 'gledekan' kali ya yang ada di tengah lapangan dan di tarik Neechan. Lama nggak ke sekolah eh sekalinya ke sekolah jadi GILA, untung semua siswa udah pulang.

Ngomong-ngomong tadi soal ustad Mukhtar, beliau sudah meninggal di hari jum'at 4 Okt kemarin setelah beberapa bulan menderita sakit. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Orang yang slalu membawa keceriaan itu Ya Allaah berikanlah tempat terbaik, ampuni segala dosanya, terima semua amal baiknya. Aamiin.

Gimana ya apalah itu? Setaun disana aku belajar banyak hal. Mungkin rizki-ku bukan berupa materi tapi hal lain seperti teman-teman luar biasa yang kudapatkan. Apasih? Gaji ya gitudeh, status apaan lagi? guru bukan karyawan bukan. Bukan siapa-siapa aku ini, jadi ada aku atau nggak ada aku nggak ngefek lah. Semoga ada orang yang jauh lebih baik dariku yang menggantikan amanahku.
Sebetulnya aku capek, capek nerima shodaqoh dari mereka yang gara-gara shodaqoh itu akhirnya aku dikenai aturan yang harus kutaati. Capek juga balapan lari sama guru lain, tapi aku masih ngesot.
Capek ngiri sama orang yang bahkan udah resain duluan dariku. Capek mengikuti orang lain. Capek ngikuti aturan apalah. Aku mulai benci ngatur uang. Resikone gede bagiku yang bodoh ini. Aku takut lah. Orang lain itu katanya enjoy ada di apalah eh malah resain duluan, kan harusnya aku duluan!!! Orang lain itu slalu berwajah sok innocent dan aku sekarang paham dengan jawaban kalau tiap hari dia akan datang ke apalah - yaiyalah. Sudahlah cukup untuk iri, aku yang nggak kuat jadi mending aku pergi.

Ahh gampanglah kalau aku kangen apalah aku akan datang. Aku sih masih kepikiran dengan ppm dan karna belum ada penggantiku. Mission impossible dari apalah itu kadang-kadang kurindukan. Pengin lari-lari di koridor atau ngelembur di ruang guru. Mungkin aku akan berwajah polos datang ke sekolah ngerjakan tugasku seperti biasa, kayak sebelum ngasih surat resain aja. Tapi hal terbaik adalah aku datang bukan karna aku diperintah tapi karna keinginanku sendiri. Aku ngikutin intuisi-ku dan nurut aturan-ku sendiri. Justru karna sudah nggak digaji lagi, semua terasa lebih menyenangkan. Toh aku juga kangen sama anak kelas sembilan dan anak apalah lainnya.
Sek lah ngatur hati dan siapkan mental dulu. Bismillah.

NB: I wish you read this post

Jumat, 03 Oktober 2014

Anak nakal beneran

Forgive me... I am the worst

I feel bad T-T

Maafkan aku teman-teman.

I did it twice. I did it again.

Aku hanya ingin menenangkan hatiku yang kacau.
Sebenarnya aku takut. Takut dibenci karna salah. Aku takut sendirian. Aku takut....

Semua dalam benakku bercampur. Aku tidak tau harus bagaimana. Allah will you please shine me the way.
I need a friend to talk, I miss doing something crazy with ustadzah nenden.

Akhir-akhir ini aku menjauh dari teman temanku karna merasa bersalah. Aku tidak tau harus mengatakan apa pada mereka. Tapi aku sungguh tidak ingin menjawab apapun.

Yappari I'm childish. TT^TT

Senin, 08 September 2014

Keputusan besar

Tau nggak sih apa yg membuatku kecewa?

Orang yg bilang kalau dia enjoy di apalah eh malah resain duluan, dengan alasan apapun itu tidak bisa kuterima.

Orang yg pernah bilang jalanin aja, sabar dulu karna memang adanya ya itu, bilang padaku "ojok ngomong gak gelem ngajar" ehh malah nolak tawaran ngajar di salah satu sma swasta favorit.

Orang yang bilang "mending masih ada kerjaan" ehh malah keluar dari tempat kerjanya.

Manusia itu memang ya hanya memikirkan diri sendiri. Gampang banget ngomongnya.
Mbok yo kalo nggak ngerti apa-apa gak usah komentar. Hargai dan hormati saja keputusan yang diambil orang lain. Dia membuat keputusan pun dengan sulit, pergolakan batin, pemikiran siang malam. Nggak semudah yang dilihat.

Minggu, 31 Agustus 2014

I work for fun

Aku pernah memposting "Work for what?"
Kerja demi uang kah?
Kerja demi status kah?
Kerja demi pahala kah?

Then I'll answer
I work for fun.

Ketiga hal diatas adalah bonus bagiku. Ya itu jawabanku saat ini. Aku melakukan sesuatu yang bagiku menyenangkan.