Selasa, 03 Mei 2016

Community

Memang ya menuliskan sesuatu yang pribadi (read: curhat) di blog satunya itu nggak enak.

Work for what? Setidaknya pertanyaan itu yang selalu menghantuiku bahkan semenjak aku masih di apalah. Dulu pernah mendiskusikannya dengan ustadah Tesa. Apakah itu karena uang? karena status? atau karena apa? Entahlah.

Begitu aku keluar, sempat menjadi pengangguran sok sibuk, lantas berstatus sebagai pekerja di sekolah lagi. Aku kembali berpikir work for what?

Aku senang bekerja dalam tim. Aku senang bekerja dengan orang-orang. Sebab dari setiap orang yang kutemui aku mendapatkan cerita baru. Walaupun sebelumnya aku sempat nggak yakin bisa bekerja dengan manusia mengingat aku ini kadang lebih nyaman berbicara di depan benda mati. Bekerja dengan data, benda, dan ide. Tapi aku salah, bekerja dengan tim membuat kita semakin kuat. Kita akan banyak menyerap energi positif lalu menyebarkannya kembali. Dan itu benar-benar menyenangkan ketika kita berlari bersama untuk memperjuangkan sesuatu.

Saat ini aku menyimpulkan bahwa bekerja itu berarti kita memilih berada dalam sebuah komunitas. Komunitas macam apa yang ingin kita berada di dalamnya. Bersama dengan siapa kita menghabiskan waktu, melakukan apa seharian, dan memperjuangkan apa, tergantung dengan komunitas macam apa kita tergabung.

Dulu aku iri dengan teman baikku, karena aku merasa dia punya komunitas yang menyenangkan tapi aku nggak sepaham untuk mengikuti komunitasnya. Dia senang sekali ketika mengadakan event bersama komunitasnya, melihatnya yang selalu bersemangat membuatku kagum juga envy. Dia sering menceritakan tentang komunitasnya, sering menceritakan teman-temannya di komunitas dan dia selalu berkaca-kaca ketika berkata bahwa komunitas tersebut lah yang mengubah hidupnya. Aku iri saat dia membawa kitab-kitabnya, menjelaskan singkat tentang isi kitab tersebut, juga iri saat dia bingung mentranslate isi kitabnya. Aku iri ketika dia me-mention nama ustadz ustadzahnya.
Anak ini ngajinya terstruktur sekali, punya ustadzah/ murabbi yang bisa ditanyai kapan saja, punya jadwal tertentu, punya senpai yang bisa dijadikan teman curhat, anak ini luar biasa dalam menuntut ilmu.

Nah aku? Throwback ya! Dulu ketika jaman kuliah senang ikut-ikutan kajian. Mulai dari kajian HT, kajian IMM, kajian UKKI, kajian Salaf, atau mentoring dengan senior. Yap sampai akhirnya aku merasakan masing-masing dan mengetahui perbedaannya, walau bagaimanapun hati kita akan condong pada salah satunya.

Terimakasih pada mbak Titah yang pernah mengirimiku sms kala itu, dan betapa aku sangat bersyukur mengenal kajian itu darinya. Sesuatu yang paling aku ingat adalah jawaban-jawabannya yang menyejukkan (nggak panas, nggak dingin, nggak menjatuhkan, nggak menerbangkan) saat aku mulai menanyakan sesuatu yang agak ngawur.

Mungkin aku bukan sebaik anak UKKI atau sealim anak JMMI atau sepandai anak pondokan dan karena bagiku iman itu naik dan nyungsep, aku ya gini gini aja, iman naik terseok tapi ketika futur cukup drastis. Makanya itu aku ingin berada dalam sebuah komunitas yang baik, dimana aku bisa menuntut ilmu dengan sistematis, bersama teman-teman yang akan saling mengingatkan, punya ustadzah/ murabbi yang bisa ditanyai apa saja. Akhirnya aku berusaha mencarinya dengan bergabung menjadi pengajar di sebuah pondok pesantren. Sampai saat ini aku masih berharap dengan berada dalam komunitas ini aku bisa menjadi manusia lebih baik, menjadi penuntut ilmu sejati, bisa belajar mulai dasar dari seorang guru secara langsung. Mempelajari adab dan akhlak dari guru. Meskipun aku merasa agak susah, entah mungkin karena sifat sombongku dan sifatku yang mulai sok pinter. Astaghfirullahal 'adziim..

Berbicara tentang teman dekatku dan komunitasnya tadi, aku dan dia meskipun terlihat sangat kompak, tapi sejujurnya kita berkali-kali bertengkar karena masalah komunitas tersebut. Hahaa~ Don't worry komunitasnya baik kok, sama sekali bukan aliran sesat tapi aku tidak bisa menerimanya karena beberapa alasan. Terlepas dari itu semua I love her because of Allah, serius. Punya teman yang selalu mengingatkanku dan senantiasa mendukungku. Nggak cuma mengiyakan apa kataku tapi juga tak segan memarahiku kalau aku sedang error. Maaf belum bisa nengokin dede bayinya :( Sumpah aku kangen sama anak itu.


Teriring do'a terbaik untuk teman-teman yang membuatku bisa menjadi seperti sekarang ini.

Jumat, 22 April 2016

Reading, Studying, Blogging

Hampir setiap malam aku menyengaja quality time dengan diri sendiri. Menyediakan waktu sendirian di depan laptop sambil mendengarkan mp3.

Terutama jika besok ada jam ngajar maka aku akan merencanakan konsep mengajar, karena aku paling benci kalau ngajar tanpa persiapan, jadi aku akan stay mantengin zenius. Maafkan berhubung aku ini guru amatiran maka untuk mengupgrade diri selain banyak membaca juga sering nonton zenius, yeaah guru yang langganan zenius. Kalaupun esoknya nggak ada jam ngajar, tetap saja aku harus belajar, menyiapkan soal-soal atau apalah. 

Jikapun tidak sedang nonton zenius, maka aku lebih suka membaca buku, menghabiskan bacaan lantas setelahnya mereview di blog.

Ngeblog juga cuma bisa malam hari, diatas jam sembilan. Mungkin karena lancar mikirnya, kebiasaan sejak kelas 12 dulu apalagi pas kuliah selalu belajar malam hari saat semua sudah tidur.

Nah itu dia masalahku. Butuh waktu sendirian saat malam hari dan kalau lagi konsen nggak suka diganggu. Bolehlah siangnya keluar rumah untuk bertemu orang-orang dan melihat dunia luar (dalam hal ini kugunakan untuk berada di sekolah) tapi malamnya I need to stay in my room. Di kamar saja, sendirian bersama laptop dan secangkir kopi.

Rabu, 13 April 2016

Baca dari belakang

Salah satu kebiasaanku ketika membaca sesuatu (bisa artikel, bisa novel, tidak berlaku untuk buku pelajaran) dan tulisan itu bagiku membosankan, adalah aku akan baca dari bawah.

Pertama baca awalnya, trus bosen, akhirnya di skip skip, tetep bosen, yaudah scroll ke bawah. Abis itu merasa sayang kalau nggak dibaca, akhirnya baca perlahan per-paragraf dari bawah ke atas. Nyambung nyambungin cerita sendiri.

hannassiblog.wordpress.com

Aku bikin blog baru di wordpress. Semoga isinya jauh dari curhatan kayak di blog ini.

Pindah wordpress biar lebih fresh, nyari sesuatu yang baru berubung aku bodoh dalam hal ngedit tampilan.

Silahkan mampir!

Yap, once again. Aku bikin blog baru, dan semoga isinya jauh dari curahtan :)


Sabtu, 02 April 2016

Bodo amat !

 

Mereka bilang satu saja cukup.
Yang lain bilang kalau bisa lima kenapa harus satu.

Kalau aku sih bodo amat. Bodo amat sama penilaian orang lain. Bodo amat sama imej yang bakalan kita dapat. Oops sorry mungkin bukan kita. Kalau hasilnya bagus mereka yang dapat nah kalau ada yang kurang aku aja yang salah. Hahaaa lumrah kok.
Bodo amat yang merasakan bahagia itu kita bukan orang lain.

I just want to fight with them. Bersama anak-anak itu aku ingin bermimpi bermimpi bermimpi lalu berjuang berjuang berjuang. Set a goal then run with all your capacity.

Yes.

Aku ingin mereka bisa melihat dunia lebih luas lagi. Lebih dari itu aku ingin mereka bisa mewarnai dunia, bukan terwarnai tapi mewarnai. Bisa memberi manfaat lebih banyak lagi buat umat melalui bidang masing-masing. Apapun bidang yang kamu pilih jadilah ahlinya.

Jadilah mahasiswa yang keren. The real agent of change. Jadilah lebih dewasa. Lihatlah semua dengan perspektif berbeda.

To my beloved students.
Calon mahasiswa hebat~ both 11 S 2 and 10 B 2 @ eL High School