Sabtu, 10 Januari 2015

To be what you want

I dont know what I really want to do. Tadinya aku nggak mau jadi guru, tapi setaun di alfalah membuatku merasakan hal lain. Kerja di sekolah menjadikan kita memiliki banyak teman. Menyenangkan sebenarnya.
Tapi aku emoh mengikuti keinginan ibukku. Justru karna ibuk pengen aku jadi guru makanya aku nggak mau. Justru karna banyak orang yang menyarankan aku untuk melamar kerja di sekolah makanya aku nggak mau. Aku benci menjadi yang diinginkan orang lain.

Sabtu, 03 Januari 2015

sepi blogging

Jaman ngeblog dari SMA, temen-temen SMA udah pada nggak ngeblog lagi.
Temen-temen kuliah yang awalnya tugas juga sudah nggak blogging lagi.
Pas di dunia kerja, teman kerja yang biasanya sharing juga sudah beralih dari blog.
-____-"

Dan teman-teman blogger yang nggak ku kenal di dunia nyata pun perlahan ikut menghilang.
Dulu aku suka baca blog seorang dokter yang namanya kalo nggak salah Muttaqin, dia penulis buku "Betty ta iye". Aku juga suka baca blog pelangi drama, yaa karna tentang drama-drama. Aku ngikutin blognya crafter, dll.

Tapi mereka semua pada kemana?

Sabtu, 13 Desember 2014

My 23 years old body

Kalo dulu mikirin nilai uas, mikir masuk smanisda, mikirin anime, apalah itu segala tentang cita-cita tapi sekarang di usia dua puluh tiga tahun lebih ini... Isi otak makin rumit.
Tentang pekerjaan, nyari uang, nyari kebahagiaan. Dan nyari jodoh. Satu per satu temanmu mulai mengirim undangan.
"Ahh anak ini akan menikah..eh tapi bukan sama pacarnya yang dulu"
"Anak ini akhirnya nikah juga sama pacarnya.."
"Dateng pake baju apa yaa? Ngasih amplop apa kado yaa? Datengnya sama siapa yaa?"

Dan tiba di depan pelaminan pasti komentar lagi. Wiih acaranya di gedung besar, dekornya bagus, warnanya ijo tosca, make up nya baguuss, souvenirnya oke, makanannya enak, bla bla blaa...
Oh kadang-kadang acara resepsi seperti sebuah persaingan.

Bukan itusih... Tapi tubuh usia dua puluh tiga tahunku jadi bertanya-tanya kapan aku seperti itu. Jadi pengantin, lebih dari itu menjadi seorang istri, jadi teman hidup orang lain. Mulai deh mendesain pernikahan impian. Nggak perlu mewah cukup yang berkesan. Oh Allaah..pantaskan diri dulu ya. Be a good girl!

Kamis, 27 November 2014

Kesenangan tidak ditebus oleh uang

"Apa kabar?" tanyanya siang itu. Setelah melihat senyumku yang merekah walaupun aku tidak mengucapkan apapun. "Keliatannya baik dan lebih baik, setiap hari lebih baik."

Alhamdulillah.
Aku resain dari pekerjaanku sebelumnya di sebuah sekolah swasta. Bukannya aku nggak suka atau aku benci. Tapi lebih dari itu, karna aku sangat senang berada disana makanya aku resain. Aku ingin menunjukkan bahwa kesenanganku disana tidak bisa ditebus oleh uang berapapun. Aku datang karna aku senang.
Alhamdulillah.
Walaupun tidak berstatus sebagai pekerja disana lagi, aku tetap diterima dengan baik. Semua menyambutku, dan aku diperlakukan seperti tamu. Yokatta. Aku nggak akan pernah memutus tali silaturahmi. Teman-teman guru, pun murid-murid masih mengingatku. Anak-anak mengkhawatirkan kemunduranku yang tiba-tiba. Daijobu, watashi nee alfalah ga daisuki. Bagaimanapun aku suka alfalah karna telah mengajarkanku banyak hal.

Banyak yang komentar kalau aku tambah cantik *faktor ganti kacamata aja inisih* tambah senang, tambah gemuk. Alhamdulillah aku bahagia kok. Kedatanganku yang kesekian kali setelah aku resain.
Ahh, rencana ppm ku semua menjadi kabur. Mading akhir tahun. Bersenang-senang sama anak-anak. Aku percaya anak alfalah itu luar biasa. Murid alfalah itu lebih baik, ada kelebihan sendiri dibanding anak sekolah lain. Karna kita diajarkan untuk kritis, bijaksana, solid, kompak secara tidak langsung kan? Nanti kalau anak kelas 9 dan 12 sudah lulus, berterimakasihlah pada alfalah terutama guru-guru kalian.
Seperti aku yang sudah 'alumni' ini sangat berterimakasih sama ustadz Iwan. Aku diajarkan agar lebih dewasa, lebih bertanggung jawab dan bijaksana.
Minggu depan aku main lagi deh pas uas.

Senin, 17 November 2014

Bukankah aku sangat beruntung?

Kuliah tepat waktu selama empat tahun meskipun penuh intrik. Belum wisuda sudah dapet kerja di sebuah yayasan yang memiliki nama besar di Surabaya. Bisa belajar banyak hal dan mengenal banyak hal.
Disaat teman-teman lain ada yang nggak bisa kuliah. Disaat teman-teman lain ada yang belum lulus kuliah. Disaat teman-teman lain sibuk mencari kerja sana sini. Lihatlah aku sangat beruntung kan?

Aku beruntung bahkan ayahku bersedia membiayai jika aku melanjutkan studi S2. Walaupun aku lebih ingin mencari uang sendiri, demi apa coba? Sebetulnya demi kepuasan batinku sendiri.
Aku beruntung menjadi putri pertama dari ayah dan ibu, beruntung menjadi kakak bagi kedua adikku, beruntung memiliki keluarga bahagia.

Aku beruntung selain secara akademis aku nggak bodoh bodoh amat, juga karena memiliki skill lain (baca: merajut, crafting, menggambar, menulis) yang sangat bermanfaat. Hobi yang bisa mengucurkan pundi-pundi uang.

Aku beruntung dikelilingi teman-teman hebat.

Aku beruntung memiliki iman. Thank you Allaah.