Minggu, 20 April 2014

Orang 'On The Track' dan Orang yang 'Menggeliat'

.......

......Dan lagi aku bukan orang ‘on the track’, aku ini orang yang ‘menggeliat’. Nggak bisa disuruh jalan lurus aja ngikutin jalur seharusnya. Aku lebih suka membuat kekacauan jikalau sudah bosan. Soalnya aku ini cepet bosan, jadi perlu melakukan sesuatu yang beda sesekali. Aku memang butuh orang untuk mengarahkanku tapi jiwaku ini petualang. Ingin mencoba ini itu. Aku ini pemimpi ulung, nggak bisa dipaksa berada di bawah kaki orang lain. Aku bukannya ingin di depan tapi aku ingin bisa jalan sendiri, tidak bergantung pada siapapun. Aku hanya akan bertahan sampai aku menemukan apa yang aku inginkan, hanya sampai aku menemukan jawaban kenapa Allah menyesatkanku di tempat ini.

Aku masih dua puluh dua tahun, aku nggak mau terkurung di suatu tempat. Makanya aku tanya “Apa enaknya jadi PNS?” Hmm mungkin aku terinfluence mas dian ya. Nggak suka melakukan sesuatu dengan ikatan. Gaji? Ah nggak segitunya, cukup aja buat hidup di dunia yang sementara ini. Pensiunan? Aku nggak berpikir sejauh itu. Status? Nggak butuh pengakuan orang lain aku. Aku bahagia jadi diriku sendiri, yaa kan yang menjalani aku. Punya urusan apa orang lain mencampuri hidupku. Tanggung jawabku pada Allah saja. Lagian aku cewek, nanti juga jadi istri yang harus mengabdi pada suami. Dan jika sudah menikah aku nggak pengen kerja di luar rumah.

Lah itu dia makanya aku dan neechan itu mirip. Saat kami down ya down, males ya males, mutung ya mutung, pengen lari ya pengen lari, mau kabur ya mau kabur, tapi begitu kami semangat yaaa semangat banget. Lagi rajin ya rajin banget. Sesekali kami butuh cambukan, butuh diingatkan.

Nggak seperti orang lain, sebut saja Pak Lis yang ‘waw’ sabar banget. Katanya selama digaji lancar pasti mau melakukan apapun yang diperintahkan. Aku nggak begitu, nggak usah digaji lho gapapa kalo aku lagi males tapi kalo kerjaanku rajin tolong dikasih sesuai. Begitulah aku, tetep jalan tapi sambil ngomel-ngomel sendiri.

Nggak seperti orang lain, sebut saja Ustad Rizky dan Ustadzah Cicik yang ‘waw’ pada kerajinan. Semuanya dikerjakan sebisa mungkin tepat waktu. Aku??? Ahhh… T^T nangis aja deh karna nggak mungkin. Bukannya nggak suka dikasih deadline, tapi yang masuk akal dong. Kerjaanku banyak terus ditumpuk, ditambah tambah lagi, mirisnya selalu dianggap paling nganggur. Kalo lagi males ya rasanya pengen mutung lalu keluarlah sumpah serapah “Pecaten aku ya gapapa… ini bukan passionku”

Nggak seperti orang lain, sebut saja Ustadah Tesa dan Ustadah Indah yang ‘waw’ perfeksionis. Aku juga sebenarnya nggak suka yang nggak sesuai tapi sejak awal aku merasa ini bukan bidangku. Aku bingung apa yang harus kulakukan. Aku merasa slalu mengacaukan, jadilah aku seperti mayat hidup yang sering nggak sadarkan diri. Lah orang-orang perfeksionis itu kok bisa melakukan segala sesuatu dengan maksimal.

Tapi aku suka dengan diriku. Ada kalanya aku lari-larian di sekolah dengan semangat, ada kalanya aku lari-larian dengan wajah ditekuk. Sementara neechan lebih bisa berekspresi daripada aku. Aku bisa menyembunyikan perasaanku. Omelanku sering kutelan sendiri, sedangkan neechan sudah update status kemana-mana.

Makanya aku nggak suka terus dipuji, aku butuh kadang-kadang dimarahi. Biar aku tau letak salahku. Biar aku pernah merasakan yang nggak enak juga. Ya aku nggak butuh pujian sih, buat apa? Yang kubutuhkan aku membuat diriku lebih bisa merasakan banyak hal. Rasa manis, rasa pahit, rasa asam, rasa asin, dll. Supaya aku bisa belajar banyak hal.


Makanya kalau semua berjalan biasa-biasa saja dan lancar rasanya aku ingin membuat sedikit kekacauan, biar nggak bosan. Sekali lagi aku bukan orang ‘on the track’ tapi aku orang yang ‘menggeliat’.

#NB: Sebenarnya di atasnya masih ada tulisan, tapiii nggak usah tak publish.

Jumat, 18 April 2014

Ketika kamu merasa tidak bisa berbuat apa-apa.

Ketika kamu merasa tidak bisa melakukan apapun untuk meringankan beban seseorang, bahkan ketika kamu tidak bisa hadir disampingnya, maka jangan lupakan kekuatan do’a.

Bukankah do’a itu adalah senjata orang mukmin? Bukankah Allah itu Maha Besar? Maha Kuasa atas segala apa yang ada di langit dan di bumi.

“Do’a adalah senjata seorang Mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi” (HR. Abu Ya’la)

Jangan takut jika merasa tidak membantu apapun. Sebab dari manapun kamu bisa meminta pada Rabb-mu.

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama” (HR. Muslim no. 4912)

Aku pernah seperti itu, saat Dek Irva sakit dan aku belum bisa menjenguk. Biar aku titipkan salam rinduku pada Allah lewat do’a. Biar aku minta pada pencipta kita untuk menjaga mu. Biar Yang Maha Penyayang, memeluk semua keinginan kita. Tanpa melupakan bahwa hanya Allah yang berhak berbuat apapun untuk makhlukNya.

Saat ini seorang teman juga sedang sakit, Ustad Mukhtar, biar aku titip salam lagi pada Allah lewat do’a. Supaya Allah memberi kesembuhan padanya, supaya Allah mengangkat semua penyakitnya, supaya Allah memberi kesehatan jasmani dan rohani. Supaya Allah senantiasa memberi kesabaran. Dan Insha Allah sakitnya menjadi pelebur dosanya. Serta menjadi pengingat kita agar slalu bersyukur dengan nikmat iman dan sehat.

Kamis, 17 April 2014

Re: Repost : Anggaplah Aku Satu Dari Seribu

Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa tersenyum seraya menunduk kepadamu, bergurau dengan canda tawa di hadapanmu demi menutupi wajahku yang merona merah…menutupi diriku yang sesungguhnya sangat salah tingkah ketika bersamamu.

Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa mengirimkan beberapa sms semangat, yang kemudian kuhentikan karena merasa ada yang tidak benar dengan mengirimkan sms-sms itu…sejujurnya jari-jariku ini terasa gatal tiap kali aku membuka kontak di ponselku dan melihat namamu ada di dalamnya.

Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, semakin hari aku semakin takut berada di dekatmu, aku menahan diriku agar dapat sejarang mungkin berkomunikasi denganmu…kemudian aku perlahan menjauh, ketika hatiku mulai bergemuruh hanya dengan melihat sosokmu, ketika mataku senantiasa menemukan dirimu, tak peduli ada berapa banyak orang di sekitar kita, tak peduli seberapa jauh jarak antara aku dan kamu.

Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku mulai gelisah…dan aku mulai menceritakan tentangmu kepada Sang Pembolak-balik hati, kutitipkan hati dan harapanku kepadaNya…lalu kusebutkan namamu di tiap do’a dalam sujud-sujudku, dan tak ada satupun do’a yang memohonkan agar aku bisa memilikimu, semua do’aku tiada lain senantiasa dan selalu…agar kamu menemukan kebahagiaan dalam hidupmu. dengan cara itulah aku mencintaimu.

Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu.
Aku akan mendoakanmu, mengirim rindu dan merasa malu dihadapanNya karena akan terus memintamu.
Jaga diri baik-baik disana, kamu.

-Repost dari blog Tudzla Hernita
-Re : Repost dari blog Gusti Gina Permata Sari


------To you, whoever you are_____

Aku kangen alfalah ahh~

Aku kangen alfalah dan segala isinya.

Sayang hari ini kakiku bengkak dan pikiran lagi nggak konsen untuk naik motor.
itai ~ ><

Ingin ketemu ustadah Fara, mau ngasih film Bloody Monday dan mau pamer kalau aku udah donlot Galileo season 2 sampe episode 6. =D Hahaa...

Ingin ketemu teman-teman yang kemaren jaga UNAS, udah tiga hari nggak jajan di bu Arik. Plus kangen juga sama anak-anak SMP.

Ahh~ kimi ni aitai...

Tipe Orang Sepertiku : Idealis Pemimpi

Tipe Idealis Pemimpi sangat berhati-hati dan oleh karenanya tampak pemalu dan pendiam bagi orang lain. Mereka berbagi kehidupan emosional mereka yang kaya serta pendapat-pendapat kuat mereka dengan sedikit sekali orang. Namun orang sering keliru menilai mereka dingin dan pendiam. Mereka memiliki sistem nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang murni dan mulia yang menonjol di dalam diri mereka yang demi hal-hal itu mereka bersedia mengorbankan banyak hal. Joan of Arc atau Sir Galahad adalah contoh tipe kepribadian ini. Tipe Idealis Pemimpi selalu berusaha keras memperbaiki dunia. Mereka dapat sangat memikirkan orang lain dan melakukan banyak hal untuk mendukung mereka dan membela mereka. Mereka tertarik dengan sesama mereka, penuh perhatian dan murah hati terhadap mereka. Begitu antusiasme mereka akan suatu hal atau orang bangkit, mereka dapat menjadi pejuang yang tak kenal lelah.

Bagi tipe Idealis Pemimpi, hal-hal praktis tidak benar-benar penting. Mereka hanya menyibukkan diri dengan tuntutan-tuntutan harian yang duniawi saat benar-benar perlu. Mereka cenderung hidup sesuai dengan semboyan „yang jenius mengendalikan kekacauan“ – yang biasanya memang demikian sehingga biasanya mereka memiliki karir akademik yang gemilang. Mereka kurang tertarik dengan detail; mereka lebih suka melihat sesuatu secara keseluruhan. Ini artinya mereka masih memiliki pandangan menyeluruh yang baik ketika sesuatu mulai menjadi rumit. Namun demikian, sebagai akibatnya, sesekali dapat terjadi tipe Idealis Pemimpi melewatkan sesuatu yang penting. Karena mereka menyukai kedamaian, mereka cenderung tidak terang-terangan menunjukkan ketidakpuasan atau kejengkelan mereka melainkan memendamnya. Ketegasan bukan salah satu kekuatan mereka; mereka membenci konflik dan persaingan. Tipe Idealis Pemimpi lebih suka memotivasi orang lain dengan sifat ramah dan antusias mereka. Barangsiapa mendapatkan mereka sebagai atasan tidak akan pernah mengeluh kekurangan pujian.

Di tempat kerja, tipe Idealis Pemimpi adalah teman dan pasangan yang suka menolong dan setia, orang-orang yang memiliki integritas. Kewajiban sangat sakral bagi mereka. Perasaan orang lain penting bagi mereka dan mereka senang membuat orang lain bahagia. Mereka puas hanya dengan lingkaran kecil pertemanan; kebutuhan mereka akan kontak sosial tidak begitu menonjol karena mereka juga butuh banyak waktu untuk diri sendiri. Basa-basi kecil bukan keahlian mereka. Jika seseorang berharap berteman dengan mereka atau memiliki hubungan dengan mereka, orang itu harus mau berbagi dunia pemikiran mereka dan bersedia berpartisipasi dalam perbincangan mendalam. Jika Anda berhasil melakukan itu Anda akan dianugerahi dengan kemitraan yang luar biasa intensif dan kaya. Karena tuntutan-tuntutan mereka yang tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain, tipe kepribadian ini kadang-kadang menjejali hubungan dengan gagasan-gagasan romantis dan idealis hingga tingkat tertentu sehingga membuat pasangan merasa terbebani atau minder. Tipe Idealis Pemimpi tidak jatuh cinta dengan mabuk kepayang namun ketika mereka jatuh cinta mereka menginginkannya menjadi cinta sejati yang tak berkesudahan.

------>> Aku banget
Copas : http://www.ipersonic.net/id/16.html