Jumat, 17 Maret 2017

Membukukan blog

Aku kok kepikiran membukukan blogku ya. Baik yang di blogspot maupun yang di wordpress.

Setidaknya akan bermanfaat buat diri saya sendiri. Eh ternyata saya pernah begini dan begitu. Saya pernah berpikir seperti ini dan seperti itu. Saya pernah merasakan ini dan itu.

Setidaknya untuk introspeksi diri sendiri. Nasihat buat diri sendiri. Karna memang yang saya tuliskan adalah nasihat untuk diri sendiri khusunya dan pembaca yang lain itupun kalau ada yang baca umunya.

hannassi.wordpress.com

Senin, 27 Februari 2017

Hey Azam !

Apa kabar Azam?
Masihkah kuat? Masihkah berjuang?

Setahun lalu, saya berkata pada diri sendiri. Akan berazam. Untuk anak-anak ini. Terutama mereka, angkatan pertama yang sedang dan akan menghadapi ujian-ujian. Entahlah, fisika memang bukan segalanya. Dan nggak semua anak nantinya akan membutuhkan fisika. Tapi itu bukan alasan untuk meremehkan toh?

Yang sedang ujian bukan hanya siswanya. Bahkan gurunya pun selalu diuji. Bagaimana dengan ikhlas? Hanya dilisan kah, mulai luntur kah, atau masih tertancap kuat?

Apa kabar Azam?
Apa kabar hati?
Apa kabar iman?

:)

Senin, 05 Desember 2016

Desember

Tampilan baru blogger lebih menyenangkan.

Sedang menunggu hujan di kantor sama mbak nunik dan mbak nida. Mereka menunggu redanya hujan. Saya mau pemberkasan uas.

Minggu, 11 September 2016

Kadang kita tidak butuh pilihan tapi KEPUTUSAN

Aku belajar ketika berada di depan kelas. Menjadi pusat perhatian setiap mata. Menjadi pemimpin setiap individu.

Ada kalanya kita harus memberi pilihan kepada anak-anak. As we know that life is choice. Katanya hidup adalah pilihan. Boleh kita mengenalkan anak-anak tentang beberapa pilihan hidup. Namun ada kalanya kitalah yang mesti membuat keputusan untuk mereka.
Cukup keputusan. Sebab kitalah pemimpinnya. Sami'na wa atho'na.
Kadang pilihan hanya membuat keadaan semakin runyam. Justru menjadi ambigu.

Begitulah, ketika kita menjadi seorang pemimpin. Tegas itu mutlak. Bijaksana itu keharusan.

Kita adalah nahkoda yang membawa kemana kapal berlayar. Plin plan sangat diharamkan. Entah apapun resikonya.

Selamat menjadi pemimpin. Siapapun kamu. Setiap kita adalah pemimpin.

Selasa, 07 Juni 2016

Ramadhan this year


Alhamdulillaah kita dipertemukan oleh Allah dengan Ramadhan tahun ini.

Setiap Ramadhan menyimpan banyak kenangan.

Ramadhan tahun ini menandai satu tahun aku di elkisi. Nggak kerasa. Sekarang elkisi makin rame, ada guru baru dan banyak santri baru. Semakin hari Insya Allah semakin baik lagi. Bi idznillaah.
Ramadhan tahun lalu pertama kali aku di elkisi, mengikuti pondok Ramadhan disana. Sempat ikut 30 days blog challenge di Pelangi Drama, tapi sayang nggak sampai tuntas.
Ramadhan tahun sebelumnya aku masih nginep di alfalah, tidur di ruang guru pas acara mabit sebelahan sama jeng Anjani, jeng Tesa, dan jeng Tri. Makan bakso sama bu Dyah di sebelah pos satpam. Makan cemilan sama jeng Nenden. Nyari seseorang sama jeng Putri. Besoknya pulang bawa bingkisan dari sekolah. You know I miss them  :)
Ramadhan tahun sebelumnya lagi, aku pertama kali kerja di alfalah. Ikut acara di sekolah, mengisi halaqah anak-anak. Sambil menanti sidang skripsi, bolak balik alfalah-unesa,
Ramadhan sebelumnya sebelumnya lagi aku masih mahasiswa jadi pasti banyak acara buka bersama teman kuliah atau teman sekolah.
Ramadhan ketika aku tahun awal kuliah, aku ikut bagi-bagi takjil di depan fast chicken bersama teman-teman Nasiyatul Aisiyah Buduran.
Bahkan ketika aku ospek, mahasiswa baru di unesa, itu terjadi di bulan Ramadhan. Selepas taraweh ke rumah Risa mengerjakan tugas nggak masuk akal dari kakak senior, bareng sama Asri dan Khofi. Berangkat ba'da shubuh sama dek Upik ke Ketintang maupun Lidah.

Alhamdulillaah tahun ini umur kita masih sampai pada Ramadhan. Mari memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, pergunakan Ramadhan dengan maksimal. Semoga Allah memberi kita umur sampai Ramadhan berikutnya.

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?