Minggu, 31 Agustus 2014

I work for fun

Aku pernah memposting "Work for what?"
Kerja demi uang kah?
Kerja demi status kah?
Kerja demi pahala kah?

Then I'll answer
I work for fun.

Ketiga hal diatas adalah bonus bagiku. Ya itu jawabanku saat ini. Aku melakukan sesuatu yang bagiku menyenangkan.

Rabu, 27 Agustus 2014

Tribute to Ustadzah Cicik dan Ustadz Rizky #Happy Wedding Day

Teruntuk temanku Ustadzah Cicik dan suaminya, yang pernah jadi temanku juga, Ustadz Rizky F.


Menurutku bu cicik dan pak ki itu cocok. . . . . Haaahh? -__-“

Justru menurutku mereka banyak kesamaan. Sama-sama rajin. Bu cicik itu kalo kerja rajin, sesuai aturan, gak pernah telat, seragam melenceng sehari saja sudah ijin, tepat waktu. Orangnya cantik, putih, dan punya lesung pipit. Dan pinter, bisa ngajar matematika, bahasa inggris, masio jurusannya kimia. Nggak sepertiku yang telatan, sering pake kaos kaki gak sesuai, sering melanggar aturan baku seragam, pake hetset pas pembinaan, atau bbm-an di rapat pagi.

Betul kan kalo mereka mirip? Pak ki itu rajin banget, lelaki paling rajin yang pernah kukenal. Perfeksionis tapi bagiku gak penting – mosok nggunting kertas buat tempelan amplop ae sudutnya harus sesuai. Berotak encer masio kadang-kadang kelakuannya absurd. Misalnya waktu bilang kalo dia kesetrum colokan usb di leptop -__-“ masio emang nyetrum tapi yaah gak usah lebay po’o. Atau nggedor-nggedor triplek di ruang labkom cuman buat nanya ustad yudi yang ada di ruang guru – ruang guru sebelah labkom. Atau main basket pake bakiyak. Atau teriak-teriak manggil aku dari lantai dua. Atau sok asik dan sok akrab padaku. Atau mintak kertas hvs entah buat apa, dia satu-satunya orang yang mintak kertas di aku berkali-kali dan gak pernah sungkan. Baiklah, terlepas kelakuan anehnya itu. Pak ki itu orang yang on the track persis seperti ustadah cicik. Taat aturan banget. Tapi aku merasa memberikan pengaruh buruk padanya, karena semenjak uts genap dia jadi telatan. Berkali-kali kita telat bareng. Yang paling kubenci darinya adalah kalau dia lagi serius. Menakutkan, sumpah! Di depan leptop mukanya bisa lempeng banget, datar dan serius. Aku gak akan berani gangguin jika sedang seperti itu. Dan yang lebih tidak kusukai darinya adalah dia itu punya mimpi pengin S2. Haduh orang ini, kekuatan mimpinya benar-benar luar biasa. Yang paling paling tidak kusuka darinya adalah dia pernah bilang enjoy di alfalah. Waw! Betapa miripnya bu cicik dan pak ki.

Betapa berkebalikan dan dikuadratkan denganku. Aku nggak suka di apalah, selalu pengin resain, sejak interview sudah berdo’a semoga aku nggak diterima. Aku ini jadinya pemalas dan moody banget. Semua tergantung suka dan nggak suka. Jika menyenangkan akan kulakukan dengan senang hati, tapi pas lagi mutung bisa stuck di tempat. Aku orangnya nggak suka di atur. Lah bu cicik dan pak ki itu orang yang sama-sama ‘teratur’. Aku slalu sesuka hati. Sakbahagiaku ae lah.

Akhirnya kedua orang yang punya banyak kesamaan itu menikah pada Selasa, 26 Agustus 2014. Alhamdulillah. Barakallah dear my friend. Maaf aku tidak mau datang ke pernikahan kalian. Insha Allah keduanya akan saling melengkapi. Berbahagialah dan saling membahagiakan.


Meskipun aku penasaran apakah ustadah cicik itu sudah tau kalo pak ki itu absurd? ^^v

Selasa, 26 Agustus 2014

Let's have fun together

Buat anak kelas sembilan dan dua belas, spelfa dan smalfa.
Mari bersenang-senang tahun ini, selama setahun ini, tahun terakhir di jenjang kalian.
Yeeyyyyy
Kelas sembilan, aku ingin melihat mereka memakai seragam SMA. Kelas dua belas, aku ingin melihat mereka memakai baju bebas. ><

Cara bersenang-senangnya adalah dengan berusaha dan berjuang keras. Belajar yang lebih lebih lebih rajin, berkali-kali lipat lebih giat. Berdo'a yang lebih lebih lebiiih. Jangan tinggalkan yang wajib dan lakukan yang sunnah. Minta do'a pada orang tua, guru, teman, saudara, siapapun. Jadilah anak baik, jangan pernah menyakiti guru. Ayo bersenang-senang dengan melakukan usaha maksimal. Lelah saat ini tak masalah. Sakit sekarang itulah perjuangan. Mari bersama-sama mewujudkan mimpi kita.

Let's have fun together!

Jumat, 22 Agustus 2014

Fahmi Bieber #Apalah Idol

Sekolah gempar gara-gara ada penyanyi internasional. Si Fahmi Bieber :D
Anak kelas 11 ips 2 sekarang.
What do you think about this little cute boy? *paling kiri*
Ngakak...Hwahahaaa!
Arek bayi-bayi.
Apomaneh sing paling kiri. Si unyu Fahmi Bieber. Wajahnya itu lho menggemaskan, bikin ketawa sumpah. Mukanya konyol, lucu, unyu. Aku tidak menyangka dia adiknya Faris. Hahh? Iya Faris anak kelas dua belas ipa 2. Nggak mirip, bahkan aura mereka berbeda. Fahmi lucu ini bisa main gitar dan kata guru-guru yang ngajar tergolong pintar. Arek iki pengen tak juiwit. Pipi chubby-nya itu lhoo. Tinggi, kurus, pemain basket sekolah.
Malam ini mengobrolkan bayi-bayi sama Us.Nenden dan tadi sore sama Us.Surati.

Kata Tia (kelas 9) mirip Justin Bieber. Tiddaaakkk! Apanya? Rambute tok. -___-"

Dia mirip banget dengan seseorang. Idolaku pas SMA. Hahhaaa, dengan wajah yang sama-sama unyu. Sama tinggi, kurus, dan chubby. Sama kelas 11 ips 2 dan termasuk anak cerdas. Lagipula keduanya pemain basket. Terlebih lagi kedua orang itu pasti membuat orang lain yang melihat jadi ketawa geli. Karna kadang sok cool tapi jadinya lucu. Maunya serius tapi berakhir dengan lawakan.
I wonder how he looks now, idola sma-ku
Wkwkwkk...

Okay, see you next time in another Apalah idol.

Selasa, 19 Agustus 2014

What kind of teacher you are?

I dont know. Do I really wanna be a teacher? I dont know...

Aku sudah pernah sekolah TK, melalui masa sekolah dasar, selesai SMP, berhasil lulus dari SMA, tepat waktu keluar dari Unesa. Somehow I wonder what to do next...
Nyatanya aku kini ada di dunia pendidikan. Seberapa ngototnya aku nggak pengen jadi guru, tapi...tapi... akhirnya aku tercebur.

Efek habis nonton "The Queen's Classroom", what kind of teacher you are?
Apakah seperti Akutsu Maya, guru super killer yang membiarkan muridnya di bully, yang sering memberi hukuman, yang tidak pernah tersenyum?
Atau seperti Yankumi, yang sok akrab, menjadi teman bagi muridnya, cengengesan tapi sangat perhatian?

Hampir 23 tahun usiaku dan aku menyadari bahwa semua guru itu melakukan hal terbaik untuk siswanya. Tugas seorang guru itu memberi tahu pada muridnya apa yang benar dan apa yang salah, dengan caranya masing-masing. Tugas seorang guru itu mengantarkan murid-muridnya meraih impian mereka.

Ingat Bu Frida, cara ngajar yang gila-gilaan, dipaksa bisa, ujian lisan, sampe muntah-muntah. Seringkali bilang bahwa tidak ada makan siang gratis. Dan itu semua benar. Efeknya apa? Aku jadi paham beneran tentang koordinat bola dan silinder serta beberapa hal lain. Aku jadi sadar bahwa kalau menginginkan sesuatu kita harus berusaha. Mengorbankan sesuatu yang sama besarnya. Teman-teman banyak yang mengeluh tapi efeknya sangat terasa untukku. Aku belajar tentang berusaha dan berkorban, jangan setengah-setengah melakukan sesuatu.

Kebalikannya adalah Pak Cipto, yang sangat santai ketika mengajar. Tidak ada wajah tegang seperti di kelas Bu Frida, bahkan selalu menyenangkan. Orangnya benar-benar ramah.

Ada lagi Bu Dyah. Uhh inget betapa keselnya aku pas revisi presentasi metalurgi. Aku kesel sungguhan, kenapa tidak menghargai usahaku sih? Tapi jadinya aku belajar lebih banyak lagi. Di presentasi kedua, aku lebih baik meski tetap banyak salah di mata beliau. Dan meskipun kesal aku sepakat, aku masih banyak kurang dan butuh banyak belajar. Aku belajar bahwa nanti misalnya aku kerja di perusahaan, kesalahan kecil pun bisa jadi fatal. Ya aku belajar untuk lebih bersungguh-sungguh. Belajar supaya menjadi lebih kuat lagi.

Lain halnya ketika presentasi di depan Pak Munasir. "Yang dijelaskan hanna saya kira sudah baik ya, sudah ada contohnya, bla bla blaa... tapi akan lebih baik lagi jikaa....." Begitulah komentar Pak Munasir. Aku belajar untuk memuji dan menghargai usaha orang lain. Selain itu beliau itu perhatian banget ke mahasiswanya, sering sms menanyakan sejauh mana tugas akhir kita. Selalu memberi solusi disaat pikiran jenuh. Tidak hanya itu, mungkin cuma Pak Munasir yang mau mengantar uji bahan dari Surabaya ke Malang naik mobil pribadi dan disetir beliau. Kali lainnya adalah pas uji SEM, dibantu banget bahkan menemuiku di ITS. Kurang baik apa coba?

Ahh~
Jika aku jadi dosen, aku ingin jadi dosen seperti mereka. Sehebat mereka.