Senin, 24 Agustus 2015

Tak sadar

Unconscious Fearness

Aku takut sekali. Takut tak sadar. Takut merasa lebih baik dari orang lain. Takut meremehkan orang lain. 
Merasa paling baik. Merasa tak membutuhkan Allah. Merasa tak butuh orang lain.
Aku ini penakut.
Menjadi ujub. Menjadi sombong. Menjadi takabbur.
Takut menolak kebenaran.
Aah sungguh aku ini penakut sekali.
Takut jika semua itu kulakukan tanpa sadar. 

Astaghfirullahal 'adziim....

Jumat, 19 Juni 2015

Challenge #daynext ~ maaf teman teman

Maaf teman teman semua peserta dan panitia 30 days blog challenge, karna dua hari ini nggak bisa posting. Dua hari ini pergi ke desa yang nggak ada sinyalnya. Padahal aku sudah bikin draft hari ke 18 tapi belum bisa nerusin.
Adapun mulai besok dan seterusnya aku harus pergi ke pondok jadi sepertinya nggak akan sempat blogging. Andai aja boleh dirapel gitu bakalan ta kerjakan pas balik kerumah lagi.
Maaf...meskipun pengen ngelanjutin.

Rabu, 17 Juni 2015

Challenge #Day16 ~ Anti mainstream wedding

#Day17
Post abour your dream wedding

Belum tau sih, masih abstrak banget tapi kan yang namanya keinginan pasti ada. Ya nantinya harus didiskusikan sama calon dan keluarga besar.
Kalau aku pengennya pernikahan direncanakan dengan matang, dengan konsep yang jelas, supaya hasilnya nggak merugikan siapapun baik yang punya hajat maupun tamu. Baiklah aku akan berbagi tentang pernikahan impianku.

Gedung
Aku lebih memilih acara diadakan di rumah. Biar teman-teman jauh yang belum pernah main jadi tau rumahku. Meskipun rumahku kecil dan mungkin agak susah dicari, hehee.

Dekorasi
Asik kayaknya bertema alam, banyak bunga apalagi bunga matahari, bunga daisy, atau aster.
Tamu masuk lalu akan ada dua penerima tamu, sebelah kanan bagian perempuan lalu kiri laki-laki. Nah dari situ sampai dalam akan ada penghalang, maksudnya seperti semacam hiasan pohon-pohon yang akan memisahkan tamu laki-laki dan perempuan. Jadi nggak ikhtilat.
Hidangan pun seharusnya terpisah antara laki-laki dan perempuan. Sediakan tempat duduk yang cukup untuk para tamu jadi nggak ada yang makan atau minum berdiri.
Nggak perlu lah pake kuade (?) I don't know how to say it in Indonesia, cukup ada spot khusus buat foto. Aku nggak mau dipajang di depan sebagai pusat perhatian.

Make up dan dress
Aku berniat nyalon di tetangga aja, salon khusus muslimah. Nggak mau yang menor, nah kalau tetangga kan bisa lebih enak requestnya. Selain lebih deket dan murah tentunya. Gapake cukur alis, gapake bulu mata ala Syahrini tapi tetep bisa tampil istimewa. Bajunya pun nggak perlu rancangan Ivan Gunawan, justru pengen ngedesain sendiri. Trus pake hiasan bunga-bunga di atas kepala, bisa juga bunga rajutan sendiri atau bikin kanzashi sendiri.

Undangan
Karna aku orangnya anti mainstream, pengennya undangan handmade. Kayak semacam surat yang dimasukin ke botol. Atau kertas biasa tapi pinggirnya sedikit dibakar supaya menghasilkan tekstur yang unik.
Acaranya sederhana aja, nggak usah ngundang banyak orang apalagi artis ibu kota. Cukup dihadiri keluarga, tetangga, dan temen deket. Pada intinya sih pengen berbagi kebahagiaan aja, gunanya walimah kan untuk ngasih tau bahwa kita sudah menikah.

Souvenir
Hidup handmade! Aku berniat membuatnya sendiri, hasil karya tanganku sendiri. Meski belum kepikiran apa itu, yang pasti butuh banyak waktu. Wah harusnya aku bikin dari sekarang ya, dicicil tiap hari. XD

Ternyata aku ini orang yang sangat ribet, menginginkan sesuatu yang mendekati sempurna. Bagaimanapun hindari sesuatu yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Aku nggak suka yang mewah tapi yang sesuai saja. Pengennya menyambut dan membaur dengan tamu. Kita kan yang mengundang jadi sudah seharusnya kita memperlakukan tamu dengan baik. Prioritas utama adalah kenyamanan para tamu.

Sekali lagi semua itu hanya rencana manusia saja, yang menentukan tetap Allah Ta'ala.

Katanya mbak indadari baru pertama kali nemu banner kayak gitu pas kondangan.

Selasa, 16 Juni 2015

Challenge #Day16 ~ Kepo

#Day16
Write about your first or future love

Mungkin maksud dari or future love adalah buat yang belum pernah jatuh cinta. Sedangkan first love ditujukan buat yang udah merasa tua. Tapi lho tema ke enam belas ini kepo banget. Aku aja jarang jarang cerita ke orang lain, kalau nggak ke temen yang deket banget, dan bahkan kadang aku menceritakan tanpa nyebut nama tersangka. Bukan apa-apa, bagiku itu bukan hal yang urgent atau penting banget untuk diketahui orang lain. Dan aku masih bisa mengatasinya, maka it's fine. Tapi kadang aku ini sok kuat, sok kelihatan biasa aja, tapi dibelakangnya nggak ada yang tau kan.

Cinta paling pertamaku adalah pada teman SMP. Biasa aja sih alasannya karena dia ganteng, jago olahraga, pinter, tinggi, populer. Yeah standar lah. Nggak terlalu inget juga sih. Terakhir aku ketemu dia, pandanganku langsung berubah. Pasti karna bertambahnya usia kita akan semakin sadar kriteria seperti itu tidak bisa dijadikan patokan suami ideal.

Seandainya aku disuruh menulis tentang cinta masa depan, yaa wallahu 'alam. Yang bisa dituliskan adalah tentang kita di masa depan, itupun sebatas rencana. Maksudnya seperti apa kita ingin menjadi kelak saat kita jatuh cinta pada suami kita, saat kita memberikan seluruh bakti kita pada suami, ingin menjadi istri seperti apa kita, ingin menjadi ibu seperti apa kita.

Kalau aku sih pengennya yang seru, pengen suami yang bisa diajak seru-seruan. Aamiin.

image google

Senin, 15 Juni 2015

Challenge #Day15 ~ I'll discuss being a single

#Day15
Your current relationship, if single, discuss being single

23 tahun. Anak pertama tapi masih childish.

Aku tipe yang nggak gampang jatuh cinta tapi sekalinya suka sama seseorang itu bakalan lama. Cerita lebih lanjut akan ada di hari ke enam belas. Hari ini ceritanya tentang kenapa single.
Aku tipe yang kalau bersahabat ya sahabat nggak bisa jadi cinta. Sejak SMP tahu kalau menjalin hubungan dengan lawan jenis itu termasuk perbuatan yang keji. "Janganlah kamu mendekati zina karena zina adalah perbuatan yang keji" jadi aku nggak berniat pacaran sama sekali.

Meskipun kadang gimana gitu liat temen-temen yang punya pacar. Dan lagi mereka yang punya pacar sekarang sudah pada menikah. Alhamdulillah berarti pacarannya nggak lebih lama lagi. Menikah juga mengubah yang asalnya haram dan dosa menjadi halal dan berpahala. Salah satu kebahagiaan adalah denger kabar bahwa ada teman yang akan menyempurnakan separuh agamanya.

Aku single karna prinsip. Sadar diri aja bahwa aturan Allah itu pasti yang terbaik untuk hambaNya. Percaya aja bahwa semua ucapan Rasulullah itu pasti benar. Jangan takut, jodoh sudah diatur. Sama seperti maut, mau kita pergi kemana aja yang namanya takdir pasti akan bertemu.

Katanya jodoh itu refleksi dirimu. Maka harusnya aku ngaca seperti apa diriku dan kira-kira orang seperti apa yang akan menjadi jodohku.

Katanya jodoh itu usaha yang ditakdirkan dan takdir yang diusahakan.

Jatuh cinta. Pacaran. Lalu menikah. Nggak semudah itu. Dia akan menjadi orang yang menemanimu seumur hidupmu. Menggenapi separuh agamamu. Partner meraih ridho Allah. Sarana menggapai Jannah Allah. Sahabat selamanya, jangan hanya berharap di dunia tapi sampai Surga nanti.

Katanya saat sedang jatuh cinta semua akan terasa indah. Logika tidak akan berfungsi lagi sampai-sampai tahi ayam rasa coklat. Itu karna pengetahuan manusia terbatas. Manusia itu nggak tahu apa-apa tapi sok tahunya luar biasa. Kembalikan semuanya pada penciptanya.

Makanya kadang aku takut saat melihat seseorang bersinar dimataku, takut saat merasa orang itu menjadi lebih cute dari biasanya, takut saat menganggapnya baik dan tidak menghiraukan perkataan orang lain. Takut logikaku nggak berfungsi dengan baik padahal aku ini termasuk yang cukup rasional.

Makanya aku ingin menikah bukan hanya karna cinta, cinta bukan syarat nomer satu, apalagi cinta dari manusia. Karna katanya cinta itu bukan penyelamat pernikahan. Penyelamat pernikahan itu Allah.

***
Temanya berat yaaa... tiba-tiba bahasaku jadi sok bijak gitu.

image google